Sekitar beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sebuah event di Korea. Ada banyak hal yang berbeda saya dapatkan disana.
Satu hal yang menjadi perhatianku adalah ketika belanja disana. Kalau kita belanja di supermarket Indonesia, maka setelah memilih barang-barang yang akan dibeli, maka selanjutnya kita pasti menuju kasir. Biasanya barang-barang belanjaan kita taruh di moving belt supaya bisa di scan sama cashier di supermarket tersebut. Setelah itu kita tinggal nunggu mbak atau mas cashier memasukkan barang belanjaan kita ke dus atau plastik. Intinya, kita tinggal bayar dan bawa barang belanjaan apabila sudah sampai di meja kasir.
Tapi kalau Anda belanja di Seoul, situasinya berbeda. Anda tidak akan mendapatkan pelayanan sama seperti uraian di atas. Jadi, kalo kita sudah sampai di meja kasir, maka kita tidak bisa santai dan membiarkan sang kasir atau pembantu di sebelahnya memasukkan barang-barang belanjaan ke dus atau plastik, coz tugas cashier hanya men-scan barang-barang saja. Sisanya, yakni memasukkan ke dus adalah menjadi tugas pembeli. Anehnya lagi, kalo pake plastik maka kita dikenai charge tambahan. Biasanya satu plastik dihargai 50 won atau sekitar Rp. 500 (di luar biaya belanjaan kita). Tapi kalo kita pake dus, maka pihak supermarket menyediakannya secara gratis.
Nah, milih belanja dimana, di Indo atau di Korea?

di indo aja… ongkos ke korea mahal..
wow! enak tuh belanja di korea ….
klo seperti itu belanja di korea lebih baik belanja di indonesia lagi….
klo seperti itu belanja di korea lebih abaik belanja di indonesia lagi…
enakan di indonesia kasir nya lebih ramah lagi
salam kenal
http://www.word-sqword.blogspot.com
datang – datang ya ke blog ku
terima kasih