Tahu Tempe, NAIK?

21 Jan
Kedelai

4 tahun yang lalu ketika aku menginjakkan kaki di kota gudeg ini, salah satu makanan yang menjadi favorit adalah tahu dan tempe [anak kos gitu loh]. Nah, secara tahu dan tempe masih murah, maka setiap kita [aku dan temen-temen kos] ngga ada duit alias “bokek”, kita makan seadanya. Pilihan makanan dijatuhkan pada tahu dan tempe,. ckckkck..

Awalnya, aku ngga terlalu suka dengan tempe. Bukan karena harganya murah aku mengkonsumsinya, namun karena manfaatnya yang luar biasa. Hmm.. apa aja tuh.?? sedikitnya ada 10 manfaat dari tempe, yaitu :
a. Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare.
b. Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah.
c. Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.
d. Penanggulangan anemia. Anemi ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe.
e. Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi.
f. Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat menurunkan kadar kolesterol.
g. Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker.
h. Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif.
i. Mencegah timbulnya hipertensi.
j. Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.

Trus, gimana dengan tahu? Tahu merupakan pangan yang populer di masyarakat Indonesia walaupun asalnya dari China. kepopuleran tahu tidak hanya terbatas karena rasanya enak, tetapi juga mudah untuk membuatnya dan dapat diolah menjadi berbagai bentuk masakan serta harganya murah. Selain itu, tahu merupakan salah satu makanan yang menyehatkan karena kandungan proteinnya yang tinggi serta mutunya setara dengan mutu protein hewani. Hal ini bisa dilihat dari nilai NPU ( net protein utility) tahu yang mencerminkan banyaknya protein yang dapat dimanfaatkan tubuh, yaitu sekitar 65 persen, di samping mempunyai daya cerna tinggi sekitar 85-98 persen.

Fenomena yang berkembang terakhir ini adalah naiknya harga kedelai dari Rp. 4000 hingga menyentuh ke angka Rp. 8000. Sungguh suatu perubahan yang sangat luar biasa, bahkan sampai 2 kali lipat harga sebelumnya. Padahal, konsumen lebih banyak mengkonsumsi tahu karena harganya yang murah sehingga digunakan sebagai bahan makanan pengganti protein hewani.

Hey, mana Indonesia yang subur itu? konon tanah kita ini surga dimana tongkat kayu dan batu jadi tanaman, hehehe..

Tanya Kenapa??

One Response to “Tahu Tempe, NAIK?”

  1. Yunanto September 27, 2010 at 2:28 pm #

    Jangan lupa kalo ke kota klaten mampir ke warung gudeg @55 di jalan merbabu no 55,rasanya gudeg yang benar2 khas ditambah berbagai pilihan lauk seperti tahu bacem,tempe bacem,telur bacem,ayam kampung dan masih banyak lagi menu tambahan lainnya…alamat diatas kurang-lebih 500meter setelah stadion kota klaten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.